KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis sampaikan
kehadirat Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada
penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul TERATOLOGI( kelainan
perkembangan), Salawat dan salam penulis persembahkan kepada sang guru
sejati Nabi Muhammad saw yang telah mengajari manusia sampai akhir hayatnya.
Dalam menyelesaikan makalah ini,
mulai dari perencanaan, pengumpulan dan penyusunan terdapat hambatan dan
rintangan yang penulis hadapi. Namun berkat bantuan dan dorongan dari berbagai
pihak semua kesulitan dan hambatan dapat teratasi.
Selanjutnya terimakasih penulis
sampaikan kepada dosen mata kuliah perkembangan
Hewan yang begitu banyak memberi bimbingan kepada penulis, serta
sahabat-sahabat seperjuangan yang selalu memberi motivasi dan masukan kepada
penulis.
Akhirnya penulis menyadari bahwa
makalah ini masih banyak kekurangannya, untuk itu penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran konstruktif demi kesempurnaan dimasa yang akan datang.
Mudah-mudahan makalah ini menjadi sumbangan pikiran dalam meningkatkan hasil
produk bagi perusahaan demi tercapainya tujuan yang telah direncanakan.
Padang,
Desember 2015
Penulis
|
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang............................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah.......................................................................................... 1
C. Tujuan............................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN MASALAH
A. Pengertian
Teratologi........................................................................................... 2
B. Jenis-Jenis
Kelainan Perkembangan..................................................................... 2
a.
Autis.............................................................................................................. 2
b.
ADHD........................................................................................................... 4
c.
Polidactily...................................................................................................... 6
d.
Sindroma Turner............................................................................................ 7
e.
Sindrom Edwards.......................................................................................... 8
f.
Sindrom Patau............................................................................................... 9
g.
Cerebral Palsy................................................................................................ 10
h.
Alzheimer....................................................................................................... 11
i.
Hydrocephalus............................................................................................... 13
j.
Progeria.......................................................................................................... 14
k.
Hypertrichosis................................................................................................ 15
l.
Jacob
Syndrome............................................................................................. 16
m.
Stickler Syndrome......................................................................................... 18
n.
Sindrom Down.............................................................................................. 19
o. Gigantisme..................................................................................................... 20
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................... 17
B. Saran
............................................................................................................. 18
|
DAFTAR PUSTAKA
A.
Latar Belakang
Dewasa ini, banyak ditemui gangguan-gangguan kelainan
perkembangan pada anak-anak di negara kita yang tercinta ini, Indonesia. Ada
kecenderungan seorang anak terkena penyakit atau cacat seperti yang diderita
ibu atau ayahnya, atau bahkan kakek atau neneknya. Tak lain penyebabnya adalah
faktor genetik, alias keturunan. Faktor genetik ini tak lepas dari gen-gen
maupun kromosom-kromosom yang merupakan penyusun dasar tubuh makhluk hidup.
Gen-gen atau pun kromosom-kromosom ini mengalami gangguan, dengan kata lain
mengalami suatu perubahan yang disebut mutasi. Kelainan ini dapat dideteksi
saat seorang anak dilahirkan.
Ilmu yang mempelajari segala sesuatu
yang berkaitan dengan “monster” tersebut disebut dengan nama teratologi (bahasa
Yunani), teratos berarti monster dan logos berarti ilmu. Dan karena kelainan
tersebut lebih banyak terjadi pada masa perkembangan embrio, maka teratologi
dianggap sebagai cabang atau bagian dari embriologi.
Kelainan yang kita lihat tersebut, karena proses dan masa terjadinya pada masa perkembangan, disebut pula kelainan perkembangan. Dan biasanya terlihat sejak lahir, sehingga disebut pula sebagai kelainan bawaan atau anomali kongenital ataupun malformasi kongenital.
Kelainan yang kita lihat tersebut, karena proses dan masa terjadinya pada masa perkembangan, disebut pula kelainan perkembangan. Dan biasanya terlihat sejak lahir, sehingga disebut pula sebagai kelainan bawaan atau anomali kongenital ataupun malformasi kongenital.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui tanda-tanda awal kelainan perkembangan.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis kelainan
3. Untuk mengetahui penyebab-penyebab kelainan-kelainan
tersebut.
C.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian
teratologi?
2. Apa saja macam-macam
kelainan perkembangan?
3. Apa pengertian
dari masing-masing kelainan perkembangan?
4. Apa
penyebab dari masing-masing kelainan
perkembangan?
D.
Manfaat
Dari makalah ini diharapkan
dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Makalah ini diharapkan menjadi salah satu bahan informasi bagi masyarakat secara umum tentang Teratologi yaitu kelainan perkembangan
2. Sebagai bahan masukan untuk mata kuliah Perkembangan Hewan terkait tentang Teratologi/Teratogen dalam kelainan perkembangan pada manusia.
1. Makalah ini diharapkan menjadi salah satu bahan informasi bagi masyarakat secara umum tentang Teratologi yaitu kelainan perkembangan
2. Sebagai bahan masukan untuk mata kuliah Perkembangan Hewan terkait tentang Teratologi/Teratogen dalam kelainan perkembangan pada manusia.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Teratologi
/ Teratogen
Teratologi adalah bidang ilmu yang mempelajari anomali pertumbuhan dan perkembangan tentang pertumbuhan struktural yang abnormal luar biasa. Oleh pertumbuhan abnormal luar biasa itu lahir bayi atau digugurkan janin yang cacat. Bayi yang lahir cacat hebat itu disebut monster, misalkan kembar dempet yang pertautannya parah sekali disebut monster duplex.
Pada orang setiap 50 kelahiran hidup rata-rata 1 yang cacat, sedangkan yang digugurkan perbandingan itu jauh lebih tinggi. Perbandingan bervariasi sesuai dengan jenis cacat, contohnya:
Teratologi adalah bidang ilmu yang mempelajari anomali pertumbuhan dan perkembangan tentang pertumbuhan struktural yang abnormal luar biasa. Oleh pertumbuhan abnormal luar biasa itu lahir bayi atau digugurkan janin yang cacat. Bayi yang lahir cacat hebat itu disebut monster, misalkan kembar dempet yang pertautannya parah sekali disebut monster duplex.
Pada orang setiap 50 kelahiran hidup rata-rata 1 yang cacat, sedangkan yang digugurkan perbandingan itu jauh lebih tinggi. Perbandingan bervariasi sesuai dengan jenis cacat, contohnya:
B. Jenis-Jenis Kelainan Perkembangan
1. Autis
Autis adalah
salah satu gangguan perkembangan yang disebabkan oleh kelainan di otak.
Sampai sekarang, para ilmuwan belum bisa menemukan penyebab kelainan otak
tersebut. Kelainan Autis bervariasi dari gangguan yang ringan sampai yang
sangat berat. Autis tidak selalu berkaitan dengan penarikan diri dari
orang-orang tetapi bagaimana mereka berinteraksi, berkomunikasi, berperilaku
dan belajar dengan cara yang berbeda dari orang lain.
Anak autis
dapat memiliki gangguan dalam bidang sosial, emosional dan komunikasi. Mereka
cenderung melakukan kegiatan tertentu berulang-ulang dan tidak ingin mengubah
aktivitasnya sehari-hari. Sebagian besar anak-anak autis memiliki cara
berfikir, belajar dan bereaksi yang unik. Kelainan autis muncul pada masa
kanak-kanak dan berlangsung seumur hidup.
·
Ciri- Ciri Anak autis
1. Bentuk
kepala anak, yang relative lebih kecil dari ukuran kepala anak normal, dan
bagian kepala belakang yang tampak datar.
2. Ukuran
hidung kecil dan datar (pesek); hal ini mengakibatkan mereka sulit bernafas.
3.Ukuran
mulut kecil, menguncup, dengan lidah yang tebal dan pangkal mulut yang
cenderung dangkal, yang mengakibatkan ledah sering menjulur keluar.
4. Bentuk
mata yang miring dan tidak punya lipatan di kelopak matanya.
5. Letak
telinga lebih rendah dari posisi normal dan ukuran telianga lebih kecil; posisi
dan ukuran yang tidak normal menyebabkan rentan terserang inferksi telinga.
6. Rambut
lurus, halus, tipis dan jarang.
7. Kulit
yang kering.
8. Tangan
dan jari kaki yang pendek dan ruas kedua jari kelingking miring atau bahkan
tidak ada sama sekali, sedangkan pada orang normal memiliki 3 ruas
tulang.
9. Pada
telapak tangan terdapat garis melintang yang disebut Simian Crease. Garis
tersebut juga terdapat di kaki mereka, diantara telunjuk dan ibu jari yang
jaraknya cenderung lebih jauh dari pada kaki orang normal, disebut sandal foot.
·
Penyebab autis
1. Faktor genetis atau keturunan.
Gen menjadi faktor kuat yang menyebabkan anak autis. Jika dalam satu keluarga memiliki riwayat menderita autis, maka keturunan selanjutnya memiliki peluang besar untuk menderita autis. Hal ini disebabkan karena terjadi gangguan gen yang memengaruhi perkembangan, pertumbuhan dan pembentukan sel-sel otak
Gen menjadi faktor kuat yang menyebabkan anak autis. Jika dalam satu keluarga memiliki riwayat menderita autis, maka keturunan selanjutnya memiliki peluang besar untuk menderita autis. Hal ini disebabkan karena terjadi gangguan gen yang memengaruhi perkembangan, pertumbuhan dan pembentukan sel-sel otak
2. Faktor kandungan (pranatal).
Kondisi kandungan juga dapat menyebabkan gejala autisme. Pemicu autisme dalam kandungan dapat disebabkan oleh virus yang menyerang pada trimester pertama, yaitu virus syndroma rubella. Selain itu, kesehatan lingkungan juga memengaruhi kesehatan otak janin dalam kandungan. Polusi udara berdampak negatif pada perkembangan otak dan fisik janin sehingga meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan risiko autis. Bahkan, kondisi kandungan ibu yang bermasalah (komplikasi kehamilan) hingga mengalami perdarahan juga menjadi pemicu munculnya gejala autisme. Kondisi ini menyebabkan gangguan transportasi oksigen dan nutrisi ke bayi yang mengakibatkan gangguan otak janin. Bahkan, bayi lahir prematur dan berat bayi kurang juga merupakan risiko terjadinya autisme.
Kondisi kandungan juga dapat menyebabkan gejala autisme. Pemicu autisme dalam kandungan dapat disebabkan oleh virus yang menyerang pada trimester pertama, yaitu virus syndroma rubella. Selain itu, kesehatan lingkungan juga memengaruhi kesehatan otak janin dalam kandungan. Polusi udara berdampak negatif pada perkembangan otak dan fisik janin sehingga meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan risiko autis. Bahkan, kondisi kandungan ibu yang bermasalah (komplikasi kehamilan) hingga mengalami perdarahan juga menjadi pemicu munculnya gejala autisme. Kondisi ini menyebabkan gangguan transportasi oksigen dan nutrisi ke bayi yang mengakibatkan gangguan otak janin. Bahkan, bayi lahir prematur dan berat bayi kurang juga merupakan risiko terjadinya autisme.
3.Faktor kelahiran.
Bayi lahir dengan berat rendah, prematur, dan lama dalam kandungan (lebih dari 9 bulan) berisiko mengidap autisme. Selain itu, bayi yang mengalami gagal napas (hipoksa) saat lahir juga berisiko mengalami autis.
Bayi lahir dengan berat rendah, prematur, dan lama dalam kandungan (lebih dari 9 bulan) berisiko mengidap autisme. Selain itu, bayi yang mengalami gagal napas (hipoksa) saat lahir juga berisiko mengalami autis.
4.Faktor lingkungan.
Bayi yang lahir sehat belum tentu tidak mengalami autisme. Faktor lingkungan (eksternal) juga bisa menyebabkan bayi menderita autisme, seperti lingkungan yang penuh tekanan dan tidak bersih. Lingkungan yang tidak bersih dapat menyebabkan bayi alergi melalui ibu. Karena itu, hindari paparan sumber alergi berupa asap rokok, debu atau makanan yang menyebabkan alergi.
Bayi yang lahir sehat belum tentu tidak mengalami autisme. Faktor lingkungan (eksternal) juga bisa menyebabkan bayi menderita autisme, seperti lingkungan yang penuh tekanan dan tidak bersih. Lingkungan yang tidak bersih dapat menyebabkan bayi alergi melalui ibu. Karena itu, hindari paparan sumber alergi berupa asap rokok, debu atau makanan yang menyebabkan alergi.
5. Faktor obat-obatan.
Obat-obatan untuk mengatasi rasa mual, muntah, ataupun penenang yang dikonsumsi ibu hamil berisiko menyebabkan anak autis. Karena itu, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan jenis apa pun saat hamil. Selain itu, paparan obat-obatan opium (penghilang rasa nyeri) dapat mengganggu perkembangan saraf sehingga otak pun tidak berkembang dengan baik. Bahkan, paparan merkuri juga memicu timbulnya autisme pada bayi
Obat-obatan untuk mengatasi rasa mual, muntah, ataupun penenang yang dikonsumsi ibu hamil berisiko menyebabkan anak autis. Karena itu, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan jenis apa pun saat hamil. Selain itu, paparan obat-obatan opium (penghilang rasa nyeri) dapat mengganggu perkembangan saraf sehingga otak pun tidak berkembang dengan baik. Bahkan, paparan merkuri juga memicu timbulnya autisme pada bayi
6.Faktor makanan.
Zat kimia yang terkandung dalam makanan sangat berbahaya untuk kandungan. Salah satunya, pestisida yang terpapar pada sayuran, Diketahui bahwa pestisida mengganggu fungsi gen pada saraf pusat, menyebabkan anak autis.
Zat kimia yang terkandung dalam makanan sangat berbahaya untuk kandungan. Salah satunya, pestisida yang terpapar pada sayuran, Diketahui bahwa pestisida mengganggu fungsi gen pada saraf pusat, menyebabkan anak autis.

2. ADHD
Attention-deficity/hyperactivity
disorder (ADHD) adalah gangguan neurobehavioral yang sering terjad di masa
kanak-kanak. ADHD juga sering disebut sebagai Attention Deficit Disorder
(ADD). Awal terdiagnosa biasanya di masa kanak-kanak dan bisa berlanjut
hingga dewasa. Anak dengan ADHD memiliki kesulitan untuk memusatkan perhatian,
kesulitan meredam perilaku impulsif (bertindak tanpa berpikir mengenai akibat
dari tindakannya tersebut), dan, untuk beberapa kasus, anak terlihat terlalu
aktif.
Wajar jika
seorang anak, pada suatu waktu, memiliki kesulitan untuk fokus dan berperilaku
dengan baik. Namun demikian, anak-anak dengan ADHD, gejala-gejalanya berlanjut
dan bukannya bertambah baik, mereka malah semakin merasakan kesulitan dan
belajar.
·
Ciri-Ciri ADHD Yaitu :
a.
Memiliki kesulitan dalam memusatkan perhatian dan
sering melamun
b.
Sepertinya tidak mendengarkaN
c.
Mudah untuk dialihkan dari pekerjaan sekolah atau
permainan
d.
Sering lupa
e.
Selalu bergerak atau tidak dapat duduk dengan tenang
f.
Sering berperilaku seperti orang yang gelisah
g.
Terlalu banyak berbicara
h.
Tidak bisa bermain dengan tenang
·
Penyebab Penyakit ADHD
a. Berubahnya fungsi dan anatomi otak
Untuk sementara, penyebab pasti dari ADHD masih menjadi misteri. Pengamatan terhadap otak mengungkapkan perbedaan penting pada struktur dan aktifitas otak pada orang normal dan orang dengan ADHD. Sebagai contoh, berkurangnya aktivitas pada area di otak yang mengontrol aktivitas dan perhatian.
b. Keturunan
ADHD cenderung menurun dalam keluarga.
• Ibu yang merokok, penggunaan obat-obatan dan zat beracun lainnya.
Wanita hamil yang merokok memiliki peningkatan risiko memiliki anak dengan ADHD. Alkohol atau obat-obatan yang digunakan ketika hamil juga dapat menurunkan aktivitas dari sel saraf yang menghasilkan neurotransmitter . Wanita hamil yang terkena racun dari lingkungan, seperti polychlorinated biphenyls (PCBs), juga memungkinkan untuk memiliki anak dengan gejala ADHD. PCBs merupakan kimia industri yang digunakan secara luas sejak 1970an.

Untuk sementara, penyebab pasti dari ADHD masih menjadi misteri. Pengamatan terhadap otak mengungkapkan perbedaan penting pada struktur dan aktifitas otak pada orang normal dan orang dengan ADHD. Sebagai contoh, berkurangnya aktivitas pada area di otak yang mengontrol aktivitas dan perhatian.
b. Keturunan
ADHD cenderung menurun dalam keluarga.
• Ibu yang merokok, penggunaan obat-obatan dan zat beracun lainnya.
Wanita hamil yang merokok memiliki peningkatan risiko memiliki anak dengan ADHD. Alkohol atau obat-obatan yang digunakan ketika hamil juga dapat menurunkan aktivitas dari sel saraf yang menghasilkan neurotransmitter . Wanita hamil yang terkena racun dari lingkungan, seperti polychlorinated biphenyls (PCBs), juga memungkinkan untuk memiliki anak dengan gejala ADHD. PCBs merupakan kimia industri yang digunakan secara luas sejak 1970an.

3. Polidactily
Polidaktili
merupakan kelainan pertumbuhan jari sehingga jumlah jari pada tangan atau kaki
lebih dari lima. Dikenal juga dengan nama hiperdaktili. Bila jumlah jarinya
enam disebut seksdaktili, dan bila tujuh disebut heksadaktili. Polidaktili
terjadi pada 1 dari 1.000 kelahiran.
Polidaktili adalah suatu kelainan yang diwariskan oleh gen autosomal
dominan P yang di maksud dengan sifat autosomal ialah sifat keturunan yang
ditentukan oleh gen pada autosom. Gen ini ada yang dominan dan ada pula yang
resesif. Oleh karena laki-laki dan perempuan mempunyai autosom yang sama, maka sifat keturunan yang ditentukan oleh gen autosomal dapat
dijumpai pada laki-laki maupun perempuan. Sehingga orang bisa mempunyai
tambahan jari pada kedua tangan atau kakinya.
·
Ciri-Ciri Polydactily
1).Ulnaris
atau polydactyly postaxial
Adalah
situasi yang paling umum, di mana digit ekstra pada sisi ulnar tangan, sehingga
sisi jari kelingking. Hal ini juga dapat disebut polydactyly postaxial.
2)
Polydactyly Radial atau preaxial
Adalah
situasi yang kurang umum, yang mempengaruhi sisi tangan ke arah ibu jari. Polydactyly
radial mengacu pada adanya digit tambahan (atau digit tambahan) pada sisi
radial tangan.
3)
Polydactyly Tengah
Adalah
situasi yang sangat langka, di mana digit ekstra pada bagian tengah, cincin
atau jari telunjuk. Dari jari, jari telunjuk yang paling sering terkena,
sedangkan jari manis jarang terpengaruh.
·
PENYEBAB
a. Kegagalan
pembentukan bagian,
b. Kegagalan
diferensiasi
c. Duplikasi
berlebih
d. Sindrom penyempitan pita kongenital,
e. Kelainan
tulang umum.
f. Keturunan
g. Cacat
genetik
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya
polidaktili antara lain :
1. Kelainan Genetik dan Kromosom
Diturunkan secara genetik (autosomal dominan). Jika
salah satu pasangan suami istri memiliki polidaktili, kemungkinan 50% anaknya
juga polidaktili. Kelainan genetik pada ayah atau ibu kemungkinan besar akan
berpengaruh atas polidaktili pada anaknya.
2. Faktor Teratogenik
Teratogenik (teratogenesis) adalah istilah medis yang
berasal dari bahasa Yunani yang berarti membuat monster. Dalam istilah medis,
teratogenik berarti terjadinya perkembangan tidak normal dari sel selama kehamilan
yang menyebabkan kerusakan pada embrio sehingga pembentukan organ-organ
berlangsung tidak sempurna (terjadi cacat lahir). Teratogenik adalah perubahan
formasi dari sel,

4. Sindroma Turner
Sindroma
Turner (Disgenesis Gonad) adalah suatu keadaan pada anak perempuan, dimana
salah satu dari kromosom Xnya hilang sebagian atau hilang seluruhnya.
Syndrome
dengan kariotipe (22AA + X0). Jumlah kromosom 45 dan kehilangan satu kromosom
seks pada kromosom nomor.
·
Ciri-ciri penderita Turner syndrome
a.
Pasien dengan sindrom Turner perempuan, tapi tidak berkembang ovumnya
(disgenesis ovaricular).
b. Penderita sindrom Turner cenderung berciri fisik tertentu seperti bertubuh pendek, kehilangan lipatan kulit di sekitar leher, pembengkakan pada tangan dan kaki, wajah menyerupai anak kecil, dan dada berukuran kecil. Beberapa penyakit cenderung menyerang penderita sindrom ini, di antaranya adalah penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal dan tiroid, kelainan rangka tulang seperti skoliosis danosteoporosis, obesitas, serta gangguan pendengaran dan penglihatan.
b. Penderita sindrom Turner cenderung berciri fisik tertentu seperti bertubuh pendek, kehilangan lipatan kulit di sekitar leher, pembengkakan pada tangan dan kaki, wajah menyerupai anak kecil, dan dada berukuran kecil. Beberapa penyakit cenderung menyerang penderita sindrom ini, di antaranya adalah penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal dan tiroid, kelainan rangka tulang seperti skoliosis danosteoporosis, obesitas, serta gangguan pendengaran dan penglihatan.
c.
Sebagian besar penderita sindrom ini tidak memiliki keterbelakangan
intelektual, namun dibandingkan wanita normal, penderita memiliki kemungkinan
yang lebih besar untuk menderita keterbelakangan intelektual. Sebagian
penderita sindrom Turner memiliki kesulitan dalam menghafal, mempelajari
matematika, serta kemampuan visual dan pemahaman ruangnya rendah. Perbedaan
fisik dengan wanita normal juga membuat penderita sindrom Turner cenderung
sulit untuk bersosialisas.
·
Penyebab sindrom turner
Penyebab
kelainan sindrom turner ini adalah tidak mendapatkan kromosom Y; terjadi karena
ada nondisjunction pada spermatogenesis sehingga sperma yang dihasilkan adalah
sperma XY dan sperma O. Sperma O (tidak mempunyai kromosom kelamin) kemudian
membuahi ovum X, maka terbentuklah individu 44A + X.
5. Sindrom Edwards
Sindrom
Edwards merupakan trisomi yang ditemukan oleh Edward pada tahun 1960. Penderita
ini mengalami trisomi pada autosom dengan kriotipe 45A+XX atau 45A+XY. Ciri
penderita sindroma Edwards adalah memiliki kelainan seperti letak telinga
rendah, rahang bawah rendah, mulut kecil, dan memiliki ketrbelakangan mental.
Hampir 90% penderita ini meninggal dalam 6 bulan pertama.
ciri-ciri Sindrom Edwards:
a. kepala
kecil
b. telinga,terletak
lebih
rendah
rendah
c. celah
bibir/
celah langit-langit
celah langit-langit
d. tidak
memiliki ibu jari
tangan
tangan
e. clubfeet, diantara jari tangan
terdapat selaput,
terdapat selaput,
f. kelainan
jantung &
kelainan saluran
kemih-kelamin
kelainan saluran
kemih-kelamin
g. Para
penderitanya jarang bertahan sampai lebih dari beberapa bulan dan
keterbelakangan mental yg terjadi
sangat berat.
sangat berat.
Penyebab Sindrom Edward :
a.
sindrom yang terjadi karena kelebihan kromosom ke-18
(trisomi 18) ketika terjadi pembuahan.Sindrom ini biasanya terjadi sebanyak 1
dari 3.000 bayi baru lahir.

6. Sindrom Patau
Kariotipe (45A + XX / XY), trisomik
pada kromosom autosom.autosomnya kelainan kromosom pada kromosom 13, nomor 14,
atau 15. Nama lain dari kelaianan janin ini adalah trisomi 13. hal ini karena
terjadi kelainan pada kromosom ke13 dari pendeita terseb ut, yaitu memiliki
tiga untai kromosom 13.
Ciri-Ciri Sindrom Patau
1. kepalanya kecil
2. bibir sumbing dan langit-langit bercelah
3. tuli dan mengalami kelainan jantung
4. IQ nya rendah
5. ganggaun
berat pada perkembangan otak, jantung, ginjal, tangan dan kaki.biasanya jika
gejalanya sangat berat janin akan mati setelah beberapa saat dari kelahiran.
6. kelainan otak, jantung, ginjal, usus dan mengalami
keterbelakangan mental.
·
Penyebab Sindrom patau
a.
terjadi jika pasien memiliki lebih satu kromosom pada
pasangan kromosom ke-13
karena tidak terjadinya persilangan antara
kromosom saat proses meiosis.
b.
Beberapa pula disebabkan oleh translokasi
Robertsonian. Lebih satu kromosom pada kromosom yang ke-13 mengganggu
pertumbuhan normal bayi serta menyebabkan munculnya tanda-tanda Sindrom Patau.

7. Cerebral
Palsy
Cerebral adalah
segala sesuatu yang berhubungan dengan otak. Palsy berarti kelemahan
atau gangguan gerakan otot. Cerebral Palsy adalah sejumlah gangguan yang
berkaitan dengan bergerak, mempertahankan keseimbangan dan postur tubuh, yang
disebabkan oleh kerusakan otak. Kerusakan otak tersebut sering terjadi sebelum
lahir atau saat setelah lahir. Kelainan yang tampak, berbeda-beda di setiap
anak, anak dapat terlihat janggal, atau tidak mampu berjalan sama sekali.
·
Ciri-Ciri Cerebral Palsy
Anak diatas
2 bulan:
• Tidak mampu mengangkat dan mengontrol
gerakan kepala saat diangkat.
• Saat digendong, kaki menyilang
seperti gunting.
Anak diatas
6 bulan:
• Mengalami kesulitan mengangkat kepala
saat digendong.
• Mengambil sesuatu dengan satu tangan
saja, tangan yang lain selalu dikepal.
Anak diatas
10 bulan:
• Merangkak dengan menggeser tangan dan
kaki seperti mengesot.
• Tidak dapat duduk sendiri
Anak diatas
12 bulan:
• Tidak mampu merangkak.
• tidak mampu berdiri meskipun
berpegangan.
Anak diatas
24 bulan:
• Tidak mampu berjalan.
• Tidak mampu mendorong-dorong mainan
beroda.
·
Penyebab cerebral palsy
yaitu :
Cerebral
palsy disebabkan oleh kerusakan bagian otak yang mengatur gerakan otot.
Kerusakan di bagian otak tertentu menimbulkan kelainan pada tubuh di bagian
tertentu. Banyak hal yang dapat menimbulkan cerebral palsy, seperti genetic,
perdarahan otak, infeksi otak, kekurangan oksigen di otak, kuning yang berat,
atau trauma kepala.

8. Alzheimer
Alzheimer merupakan penyakit yang
menyerang otak manusia. Otak yang terserang penyakit ini akan mengecil dan
mengerut. Penyakit ini sering dihubungkan dengan penyakit dimensia atau pikun.
Nama penyakit ini berasal dari nama dr. Alois Alzheimer. Dokter tersebut
menemukan penyakit ini pada tahun 1906 pada jaringan otak seorang wanita yang
telah meninggal akibat gangguan mental yang belum pernah ditemui sebelumnya.
·
Ciri-Ciri Alzhemeir
a.
Sulit melakukan kegiatan yang familiar.
b.
Disorientasi seperti bingung akan waktu (hari,tanggal,
bulan, tahun), tidak tahu jalan pulang, bingung berada di
c.
Kesulitan memahami visuospasial seperti sulit
membaca, menentukan jarak, membedakan warna, dan menuang air di gelas namun
tidak tepat menuangnya sehingga tumpah.
d.
Gangguan berkomunikasi seperti kesulitan mencari
kata-kata yang tepat saat bicara, dan seringkali berhenti di tengah pembicaraan
dan tidak tahu harus melanjutkannya.
e.
Menaruh barang tidak pada tempatnya.
f.
Salah membuat keputusan seperti salah memakai warna
kaos kaki antara kaki kanan dan kiri tidak mengenakan warna yang sama.
g.
Menarik diri dari pergaulan.
h.
Perubahan perilaku dan kepribadian seperti emosi
berubah dengan cepat, sering marah, depresi dan sangat tergantung pada orang
lain.
·
Penyebab Alzhemeir yaitu :
1. Faktor Genetik
Salah
satu faktor yang menyebabkan penyakit alzheimer yaitu faktor genetik. Apabila
dalam riwayat keluarga mengalami penyakit ini, maka ada kemungkinan akan
menurun pada anggota keluarga yang lainnya.
2. Faktor Usia
Faktor
usia juga merupakan salah satu penyebab penyakit alzheimer, karena seseorang
yang sudah berusia lanjut diatas 65 tahun akan lebih beresiko mengalami
penyakit ini.
3. Jenis Kelamin
Penyakit
alzheimer dan parkinson juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. Biasanya pada
wanita lebih beresiko mengalami penyakit ini dibanding dengan pria.

9. Hydrocephalus
Hydrocephalus adalah akumulasi abnormal
cairan cerebrospinal di dalam otak. Cairan ini sering meningkatkan tekanan
sehingga dapat memeras dan merusak otak. Pada normalnya cairan otak itu
diproduksi dan diserap dengan seimbang. Jadi, begitu serapannya terganggu
akibat suatu proses, seperti penumpukan cairan di otak, maka terjadilah
hydrocephalus.
Hydrocephalus adalah kelainan
patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinal dengan
tekanan intrakranial yang meninggi, sehingga terdapat pelebaran ventrikel
(Hassan, 2002). Pelebaran ventrikel ini akibat ketidakseimbangan antara
produksi dan absorbsi cairan serebrospinal (Huttenlocher, 2002). Hydrocephalus
selalu bersifat sekunder, sebagai akibat penyakit atau kerusakan otak. Adanya
kelainan-kelainan tersebut menyebabkan kepala menjadi besar serta terjadi
pelebaran sutura-sutura dan ubun-ubun (Wiknjosastro, 2003).
·
Ciri-Ciri
Hydrocephalus
• epala
relatif besar. Bayi baru lahir rata-rata lingkaran kepala 32-54 cm clan
meningkat sesuai dengan usia. Usia 1 tahun sekitar 42 -46 cm.
• Ubun-ubun
besar tegang. Ubun-ubun pada bayi normal akan teraba lembek dan sedikit
menegang pada waktu menangis. Dalam kepala ditegakkan, ubun-ubun akan sedikit
cekung. Pada hydrocephalus, ubun-ubun besar tampak cembung dalam segala posisi,
dan terasa tegang bila diraba.
• Kulit
kepala tampak mengkilat karena tipis, dan pembuluh darah vena tampak
lebar-lebar.
• Mata
tampak bagian putihnya dominan dan bagian hitam dibagian bawah, hingga gambaran
tersebut sebagai “ sunset appearence eyes “
• Tangan
dan kaki sering kaku-kaku dan kadang disertai kejang-kejang.
• Bila
terjadi secara akut, misalnya pada shunting yang tersumbat, bayi akan gelisah
atau kalau sudah bisa bicara akan mengeluh sakit kepala, Muntah- muntah
kemudian kesadaran akan menurun, bisa sampai koma.
·
Penyebab
Hydrocephalus
1. Faktor
Keturunan (Aqueductal Stenosis).
2. Gangguan
tumbuh kembang janin seperti Spina Bifida, atau Encepalocele (hernia jaringan
syaraf karena cacat tempurung kepala).
3. Komplikasi
persalinan prematur (pendarahan intraventrikular, meningitis, tumor, cedera
kepala traumatis, atau pendarahan subarachnoid).
Dalam
kondisi normal, otak memiliki sistem sirkulasi cairan Ventrikuler yang terdiri
dari 4 ventrikel dan saling dihubungkan satu sama lain dengan sebuah jalur sempit.
CSS mengalir melalui ventrikel dan keluar ke tempat penampungan dibagian otak,
membasahi permukaan otak & tulang belakang, kemudian diserap darah dalam
tubuh (Anonim, 2003).
4. Hydrocephalus dapat berhubungan dengan
beberapa sebab termasuk cacat sejak lahir, pendarahan di otak, infeksi,
meningitis, tumor, atau cedera kepala. Banyak bentuk dari hydrocephalus adalah
hasil dari terhambatnya cairan cerebrospinal di ventrikel (di otak bagian
tengah. Pada cacat sejak lahir, kerusakan fisik dari aliran cairan ke ventrikel
biasanya menyebabkan hydrocephalus. Hydrocephalus biasanya mendampingi cacat
sejak lahir yang disebut spina bifida (meningomyelocele).

10. Progeria
Progeria
adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh perubahan tunggal dalam kode
genetik anak, yang bisa meningkatkan proses penuaan. Akibatnya, anak tersebut
mengalami kebotakan dini, penyakit jantung, penipisan tulang, dan masih banyak
lagi. Anak-anak yang menderita progeria hanya bisa hidup sampai usia 13 tahun.
Namun, dalam beberapa kasus, ada yang hidup sampai awal dua puluhan.
Biasanya
dikenal hanya sebagai Progeria, kondisi ini adalah salah satu yang hanya
mempengaruhi satu dari sekitar 8 juta anak yang lahir. Kebanyakan lahir dengan
kondisi hanya hidup menjadi sekitar 13, sementara yang lain telah mampu hidup
sampai usia awal dua puluhan. Progeria adalah kondisi genetik yang terjadi
karena mutasi.
·
Ciri-Ciri
Progeria
a. rambut rontok yang tidak tumbuh
lagi,
b. kulit dan jaringan kulit menipis,
c. kuku dan gigi tumbuh tidak baik.
d. pembuluh darah di bagian kepala
tampak jelas, mengeriputnya kulit karena jaringan lemak tidak ada, merupakan
ciri-ciri penderita progeria. Mirisnya gejala tersebut terjadi pada anak-anak.
e. kuku melengkung serta rapuh, pengerasan di
persendian, pengeroposan tulang yang menyebabkan tulang mudah retak atau patah,
gigi terlambat tumbuh, merupakan tanda-tanda penderita progeria. Padahal itu
adalah gejala pada orang yang memasuki usia lanjut.
·
Penyebab Progeria
Penyebab Progeria adalah adanya mutasi pada gen yang mengkodekan protein Lamin-A. Lamin adalah bagian dari blok bangunan atas amplop nuklir. Progeria disebabkan oleh mutasi titik pada posisi 1824 dari gen LMNA, menggantikan sitosin dengan timin, menciptakan bentuk tidak dapat digunakan protein A. Lamin.
Penyebab Progeria adalah adanya mutasi pada gen yang mengkodekan protein Lamin-A. Lamin adalah bagian dari blok bangunan atas amplop nuklir. Progeria disebabkan oleh mutasi titik pada posisi 1824 dari gen LMNA, menggantikan sitosin dengan timin, menciptakan bentuk tidak dapat digunakan protein A. Lamin.

11. Hypertrichosis
Hypertrichosis
(juga disebut sebagai Ambras Syndrome) merupakan kondisi pertumbuhan rambut
yang berlebihan, baik di seluruh bagian tubuh maupun di area tubuh tertentu.
Kelainan ini juga dikenal sebagai Werewolf Syndrome, karena dalam kasus yang
cukup parah penampilan penderitanya akan menyerupai werewolf atau manusia
serigala. Pertumbuhan rambut pada penyakit Hypertrichosis ini tidak berkaitan
dengan hormon androgen sehingga penyakit ini dapat terjadi pada pria maupun
wanita.
adalah kelainan genetikdengan jumlah
yang abnormal dari pertumbuhan rambut pada tubuh.
·
Hypertrichosis
terjadi karena :
1.Adanya mutasi pada kromosom 8q
2.Perubahan Genetik pada kromosom 17
menyebabkan penambahan atau pengurangan jutaan nukleotida
3.Diturunkan lewat kromosom
x24-q27.1.
4.Bawaan (Faktor Genetik)
disebabkan
oleh mutasi genetik, dan sangat langka, gambar pola pewarisan dengan seks
terkait bentuk hipertikosis,Kanan (Laki Laki) Kiri (Perempuan) 2.Diperoleh Setelah Kelahiran Hipertrikosis
jenis ini muncul setelah lahir,Terjadi karena beberapa penyebab termasuk efek
samping obat, asosiasi dengan kanker, dan mungkin adanya gangguan
makanan,Bentuk ini biasanya dapat dikurangi dengan berbagai perawatan.

12. Jacob Syndrome
Kariotipe
(22AA + XYY), mengalami kelainan pada kromosom no.13 berupa trisomik.
Penderita
syndrome Jacobs mengalami penambahan satu kromosom Y pada kromosom kelaminnya
sehingga mempunyai 44 autosom dan 3 kromosom kelamin yaitu XYY.
·
Penderita syndrome ini ditandai dengan
ciri-ciri\
a. Pada saat lahir, bayi biasanya
tampak normal, lahir dengan berat dan panjang badan yang normal, tanpa kelainan
fisik dan organ seksualnya normal.
b. Pada awal masa kanak-kanak,
penderita memiliki kecepatan pertumbuhan yang pesat, rata-rata mereka memiliki
tinggi badan 7 cm diatas normal.
c. Postur tubuhnya normal, tetapi berat
badan nya relatif lebih rendah jika dibandingkan terhadap tinggi badannya.
d. Pada masa kanak-kanak, mereka lebih
aktif dan cenderung mengalami penundaan kematangan mental, meskipun fisiknya
berkembang secara normal dan tingkat kecerdasannya berada dalam kisaran normal.
e. Perkembangan seksual fisiknya
normal, dimana organ seksual dan ciri seksual sekundernya berkembang secara
normal. Pubertas terjadi pada waktunya.
f. Pria XYY tidak mandul, mereka
memilki testis yang berukuran normal serta memiliki potensi dan gairah seksual
yang normal.
g. Penderita sindrom ini umumnya
berwajah kriminal, suka menusuk-nusuk mata dengan benda tajam, seperti
pensil,dll dan juga sering berbuat kriminal.
h. Anak laki-laki dengan sindroma XYY
seirngkali secara fisik lebih aktif daripada saudara kandungnya dan jika
aktivitas ini ditanggapi dan disalurkan dengan baik, biasanya tidak akan
menimbulkan masalah.
i.
Mereka
cenderung mengalami keterlambatan dalam kematangan emosi dan cenderung
mengalami kesulitan belajar di sekolah sehingga perlu dirangsang secara dini
dan adekuat.
j.
Pria XYY memiliki keadaan hormon seks yang
normal dan tidak perlu menjalani terapi hormonal.
·
Penyebab
Jacob Syndrome
Sindrom
Laki-laki Super (47 XYY) dapat terjadi ketika sel telur dibuahi oleh sel sperma
dengan kromosom YY ( akibat mengalami gagal barpisah pada kromosom seksnya).
Pembuahan tersebut menghasilkan keturunan dengan 47 kromosom ( terdiri atas 44
autosom dan 3 kromosom seks, yaitu XYY.

13. Stickler
Syndrome
Syndrome
Stickler adalah sekelompok kelainan genetik yang mempengaruhijaringan ikat ,
khususnya kolagen. Jenis-jenis kolagen yang paling terpengaruh oleh sindrom
stickler adalah yang membentuk tulang rawan dan vitreous, cairan
seperti jelly yang mengisi bagian tengah mata. Sindrom ini
umumnya juga menurun dari orang tuanya yang memiliki mutasi gen.
·
Ciri-ciri penderita syndrome ini adalah :
• Orang dengan sindrom ini memiliki masalah yang
mempengaruhi hal-hal lain selain mata dan telinga. Tingkat gangguan pendengaran
bervariasi antar orang yang memiliki sindrom stickler. Biasanya mempengaruhi
kemampuan untuk mendengar frekuensi suara yang tinggi dan cenderung memburuk
dari waktu ke waktu.
• Arthritis, kelainan untuk ujung tulang panjang, kelainan tulang belakang, kelengkungan tulang belakang, scoliosis, nyeri sendi, dan jointedness ganda semua masalah yang dapat terjadi di tulang dan sendi.
• karakteristik fisik orang dengan Stickler dapat mencakup pipi datar, jembatan hidung datar, rahang atas kecil, alur diu capkan bibir atas, rahang bawah kecil, dan kelainan langit-langit, ini cenderung untuk mengurangi dengan usia dan pertumbuhan normal dan kelainan langit-langit bisa diobati dengan operasi rutin.
• Arthritis, kelainan untuk ujung tulang panjang, kelainan tulang belakang, kelengkungan tulang belakang, scoliosis, nyeri sendi, dan jointedness ganda semua masalah yang dapat terjadi di tulang dan sendi.
• karakteristik fisik orang dengan Stickler dapat mencakup pipi datar, jembatan hidung datar, rahang atas kecil, alur diu capkan bibir atas, rahang bawah kecil, dan kelainan langit-langit, ini cenderung untuk mengurangi dengan usia dan pertumbuhan normal dan kelainan langit-langit bisa diobati dengan operasi rutin.
·
Penyebab
Sindrom stickler disebabkan oleh
mutasi pada gen tertentu yang terlibat dalam pembentukan kelas protein yang
disebut kolagen. Kolagen adalah salah satu blok bangunan dari berbagai jenis
jaringan ikat, yang mendukung struktur internal tubuh.
Jenis-jenis kolagen yang paling terpengaruh oleh
sindrom stickler adalah yang membentuk tulang rawan dan vitreous,
cairan seperti jelly yang mengisi bagian tengah mata. Sindrom
ini umumnya juga menurun dari orang tuanya yang memiliki mutasi gen.
14. Sindrom
Down
Sindrom down pertama kali diperkenalkan oleh J.L Down (1866). Jumlah kromosomnya adalah 47 (45A+XX) atau (45A+XY). Peristiwa ini terjadi pada kromosom triploid. merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21 pada berkas q22 genSLC5A3,[1] yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas.
Ciri-ciri dari orang yang terkena sindrom down :
1. cacat mental dan kepekaan yang tinggi terhadap leukemia
2. menampakkan wajah bodoh dan reaksi refleksnya lamban
3. IQ rendah, criteria tertinggi hanya 69
4. pigmentasi rambut dan kulitnya tidak sempurna
5. tubuhnya pendek dan cacat jantung
6. kerentanan terhadap infeksi saluran pernafasan
Sindrom down pertama kali diperkenalkan oleh J.L Down (1866). Jumlah kromosomnya adalah 47 (45A+XX) atau (45A+XY). Peristiwa ini terjadi pada kromosom triploid. merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21 pada berkas q22 genSLC5A3,[1] yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas.
Ciri-ciri dari orang yang terkena sindrom down :
1. cacat mental dan kepekaan yang tinggi terhadap leukemia
2. menampakkan wajah bodoh dan reaksi refleksnya lamban
3. IQ rendah, criteria tertinggi hanya 69
4. pigmentasi rambut dan kulitnya tidak sempurna
5. tubuhnya pendek dan cacat jantung
6. kerentanan terhadap infeksi saluran pernafasan
7. penampilan fisik yang menonjol berupa ben tuk
kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian
anteroposterior kepala mendatar.
8. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung
yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia).
9.Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian
tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian tubuh
lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara
jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar.
10. Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak
keriput
(dermatoglyphics). Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistim organ yang lain.
(dermatoglyphics). Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistim organ yang lain.
·
Penyebab Sindrom Down :
pada kromosom yaitu terjadi
translokasi kromosom 21 dan 15. Hal ini dapat mempengaruhi pada proses menua. Bagi
ibu-ibu yang berumur 35 tahun keatas, semasa mengandung mempunyai risiko yang
lebih tinggi untuk melahirkan anak Down Syndrom. Sembilan puluh lima penderita
down syndrom disebabkan oleh kelebihan kromosom 21. Keadaan ini disebabkan oleh
“non-dysjunction” kromosom yang terlibat yaitu kromosom 21 dimana semasa proses
pembahagian sel secara mitosis pemisahan kromosom 21 tidak berlaku dengan
sempurna.
5 % penderita down syndrom
disebabkan oleh mekanisma yang dinamakan Translocation. Hal ini disebabkan pemindahan
bahan genetik dari kromosom 14 kepada kromosom 21. Bilangan kromosomnya normal
yaitu 23 pasang atau berjumlah 46 kromosom. Untuk penyebab yang kedua ini
biasanya terjadi pada bayi yang dilahirkan dari ibu-ibu dengan umur yang
terlalu muda.
15. Gigantisme
Gigantisme adalah kondisi
seseorang yang kelebihan pertumbuhan, dengan tinggi dan besar yang diatas
normal. Gigantisme disebabkan oleh kelebihan jumlah hormon pertumbuhan. Tidak
terdapat definisi tinggi yang merujukan orang sebagai "raksasa." tinggi
dewasa. gigantisme merupakan penyakit kronis yang diakibatkan oleh kelebihan GH
(growth hormone) / IGF-1 (insulin like growth factor-1) yang dapat mengganggu
faal jantung dan pernapasan sehingga meningkatkan angka morbiditas dan
mortalitas. Penyebab kematian tersering pada akromegali adalah penyakit
kardiovaskuler. Kelebihan GH pada masa kanak-kanak, dimana lempeng epifisis
(epiphyseal plate) pada ujung-ujung
tulang panjang masih belum tertutup, akan berakibat timbulnya tubuh raksasa
(gigantisme).
·
Ciri-ciri gigantisme
Manusia dikatakan berperawakan
raksasa (gigantisme) apabila tinggi badan mencapai dua meter atau lebih. Ciri
utama gigantisme adalah perawakan yang tinggi hingga mencapai 2 meter atau
lebih dengan proporsi tubuh yang normal. Hal ini terjdi karena jaringan lunak
seperti otot dan lainnya tetap tumbuh. gigantisme dapat disertai gangguan
penglihatan bila tumor membesar hingga menekan khiasma optikum yang merupakan
jalur saraf mata.
·
Penyebab Gigantisme
Gigantisme disebabkan oleh
sekresi GH yang berlebihan. Keadaan ini dapat diakibatkan tumor hipofisis yang
menyekresi GH atau karena kelainan hipotalamus yang mengarah pada pelepasan GH
secara berlebihan. Gigantisme dapat terjadi bila keadaan kelebihan hormone
pertumbuhan terjadi sebelum lempeng epifisis tulang menutup atau masih dalam
masa pertumbuhan. Penyebab kelebihan produksi hormone pertumbuhan terutama
adalah tumor pada sel-sel somatrotop yang menghasilkan hormone pertumbuhan.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Banyak kelainan-kelainan perkembangan disebabkan oleh penyakit genetis, ini
dapat kita lihat umpamanya pada mutasi. Penyebab genetis sering dihasilkan oleh
kerja dari gen, baik dominan atau homozygos resesif yang kerjanya banyak
merugikan pada beberapa proses perkembangan.
Sehingga adanya kecenderungan seorang anak terkena penyakit atau cacat seperti
yang diderita oleh salah satu keluarganya. Dengan ilmu genetikalah kita dapat
mengetahui penyebab-penyebab dari sifat-sifat menurun tersebut dan tanda-tanda
awal kelainan perkembangan.
Namun saat ini dengan adanya penyembuhan mengenai kelainan-kelainan
perkembangan serta cacat lahir maka tentunya dapat membantu kita dalam
menangani masalah tersebut.
B. Saran
Demikian pokok-pokok pikiran yang dapat ananda
sampaikan dalam makalah ini untuk dipahami lebih lanjut sehingga mencapai hasil
yang diharapkan.
Disadari bahwa
materi-materi yang ananda sampaikan belum lengkap. Namun paling tidak makalah
ini dapat membantu mahasiswa terutama mahasiswa pendidikan Biologi untuk lebih
memahami materi tentang Kelainan Perkembangan ciri ciri serta Penyebabnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://biologigonz.blogspot.co.id/2014/10/syndrome-jacobs-non-disjunction.html
(Diakses tanggal 30 Desember 2015)
http://erickgilbert.blogspot.co.id/2009/10/teratologi.html (Diakses tanggal 30 Desember
2015)
http://sahabat-ilmu-kita.blogspot.co.id/2012/10/pewarisan-sifat-pada-manusia.html (Diakses tanggal 30 Desember
2015)
http://yuninurmilasarilifestory.blogspot.co.id/2013/06/sindrom-laki-laki-super-atau-sindrom.html (Diakses tanggal 30 Desember
2015)
http://yunivia88.blogspot.co.id/2013/02/progeria.html (Diakses tanggal 30 Desember
2015)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar